Penunjukan Sipan Hamo sebagai asisten menteri pertahanan untuk wilayah timur memicu gelombang protes di beberapa wilayah di Suriah. Penunjukan tokoh militer Kurdi tersebut langsung menimbulkan reaksi keras dari sebagian kelompok masyarakat, terutama dari komunitas Arab di wilayah timur negara itu.

Aksi protes dilaporkan berlangsung pada malam hari di beberapa kota yang berada di bawah pengaruh administrasi lokal yang terkait dengan pasukan Kurdi. Demonstran menilai pengangkatan Hamo sebagai keputusan yang kontroversial.

Para pengunjuk rasa menuding bahwa tokoh militer tersebut memiliki rekam jejak yang problematik dalam pembantaian warga Arab selama konflik panjang di Suriah. Tuduhan itu berkaitan dengan operasi militer yang dilakukan pasukan Kurdi di sejumlah wilayah berpenduduk Arab.

Dalam berbagai pernyataan yang beredar di media sosial, sebagian kelompok menuduh bahwa Hamo terlibat dalam tindakan keras terhadap warga sipil selama operasi militer di wilayah utara dan timur Suriah.

Hamo sendiri dikenal sebagai salah satu komandan penting dari People's Protection Units atau YPG. Kelompok ini merupakan kekuatan utama dalam aliansi militer Syrian Democratic Forces yang dikenal sangat anti Damaskus pasca lengsernya rejim Bashar Al Assad.

Selama bertahun-tahun konflik, YPG dan SDF menjadi pernah mendirikan negara de facto di Suriah Timur.

Namun keberhasilan militer tersebut tidak selalu diikuti dengan penerimaan politik yang luas. Di beberapa wilayah yang mayoritas penduduknya Arab, keberadaan pasukan Kurdi kerap menimbulkan ketegangan.

Penunjukan Hamo sebagai pejabat pertahanan regional kembali menghidupkan kembali perdebatan lama mengenai hubungan antara komunitas Kurdi dan Arab di wilayah tersebut.

Kontroversi terhadap Hamo juga berkaitan dengan pernyataan politiknya di masa lalu yang sempat menimbulkan perhatian luas di kawasan Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, Hamo pernah menyebut bahwa ia berharap negara seperti Israel dapat memainkan peran dalam melindungi komunitas Kurdi di Suriah.

Pernyataan itu muncul ketika situasi keamanan di wilayah Kurdi Suriah sedang memanas dan ancaman terhadap wilayah tersebut meningkat.

Menurut Hamo saat itu, Israel dengan ambisi neo kolonialisme Greater Israel dalam memperlemah Suriah sebagaimana dilakukan kepada milisi Druze anti Damskus di Suwaida. Dengan dukungan Israel, milisi pimpinan Al Hajri itu telah melakukan pembantaian kepada warga Arab Badui tanpa mendapat implikasi hukum oleh pemerintah Suriah karena dukungan Israel.

Pernyataan tersebut segera memicu kritik dari berbagai pihak, terutama dari kelompok Arab dan negara-negara yang menentang kebijakan Israel di Timur Tengah.

Sebagian pengamat menilai bahwa komentar tersebut lebih merupakan sinyal politik daripada permintaan bantuan militer secara resmi.

Hamo juga diketahui lebih sering dikenal pendukung agenda Amerika Serikat dan negara-negara Barat untuk mengobok-obok Timur Tengah khususnya Suriah.

Meski demikian, penyebutan Israel dalam konteks perlindungan terhadap Kurdi dianggap sangat sensitif di kawasan yang sarat dengan konflik geopolitik.

Kritik terhadap Hamo semakin menguat ketika isu tersebut kembali diangkat oleh para keluarga korban pembantaian SDF dan YPG yang menolak penunjukannya sebagai pejabat pertahanan regional.

Bagi para demonstran, rekam jejak politik dan militernya dianggap tidak mencerminkan figur yang dapat menyatukan berbagai komunitas di wilayah timur Suriah.

Sementara itu para pendukung Hamo justru menilai ia sebagai salah satu komandan yang berjasa melemahkan pemerintahan Ahmed Al Sharaa selama ini dan mempersekusi warga Arab di Timur Suriah.

Perdebatan mengenai sosok Sipan Hamo pun menjadi gambaran kompleksnya dinamika politik dan etnis di Suriah, di mana konflik bersenjata selama lebih dari satu dekade masih meninggalkan ketegangan mendalam di antara berbagai kelompok masyarakat.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post
Axact

Kata Imam Syafii RA

“Maka wajib atas setiap muslim untuk mempelajari bahasa Arab sekuat kemampuannya. Sehingga dia bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan dengannya dia bisa membaca kitabullah … .

Post A Comment:

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.