Articles by "terjemah"
Showing posts with label terjemah. Show all posts

Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) mengelar lokakarya Penerbitan Mushaf Al Quran. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas'ud mengatakan lokakarya ini urgen dalam rangka membahas dan mengkaji PMA Nomor 44 tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Al Quran.

"Kami akan mendengar dan mencatat semua masukan dari pemangku kepentingan untuk meningkatkan pelayanan yang dibuat ke depan," tegas Mas'ud saat memberikan sambutan pada pembukaan lokakarya, di Bekasi, Selasa (29/11) malam, dilaporkan kemenag.go.id.

Kegiatan ini diikuti oleh utusan dari penerbit Al-Quran, Bimas Islam, dan LPMQ. Acara lokakarya yang akan berlangsung sampai 1 Desember 2016 mendatang ini mengundang sejumlah narasumber untuk mendiskusikan bersama persoalan terkait penerbitan dan pentashihan Al Quran.

"Kita akan share dan diskusi dengan para narasumber yang ada, ini semua dalam rangka wajah baru penerbitan Mushaf Al Quran," kata Masud.

Menurut Masud, ada beberapa pasal penting yang perlu disosialisasikan dalam lokakarya ini, antara lain Pasal 11 point 1 dan 2. Pasal ini mengatur bhahwa bahan-bahan yang digunakan untuk mencetak mushaf Al-Quran harus dari bahan-bahan suci. Limbah dan bahan cetak Mushaf Al-Quran atau waste yang tidak digunakan lagi, harus dimusnahkan.

Kepada para penerbita dan pentashih Al Quran, Mas'ud menggarisbawahi peran penting Kemenag dalam menjawab dengan bijak setiap pertanyaan masyarakat yang terkait persoalan Al Quran. Mas'ud juga mengapresiasi terobosan LPMQ yang sudah memberikan layanan Al Quran berbasis aplikasi android sehingga memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya.

"Kita sudah mempunyai Quran Kemenag yang bisa diakses langsung dari android, walau baru sekitar 1.069 pengguna," kata Mas'ud.

Sebelumnya, Pgs Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Muchlis M. Hanafi melaporkan bahwa acara lokarkarya ini menjadi salah satu wadah silaturahim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran dengan para penerbit dalam mensosialisasikan mushaf Al-Quran.
Berkat motivasi dan doa guru, Iqbal Nurudin, santri Pondok Pesantren (PP) An-Nawawi Berjan Kabupaten Purworejo berhasil meraih juara nasional pada Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) tahun 2016 yang digelar di Serang Banten. Iqbal menempati posisi kedua pada lomba pindato berbahasa Arab.

“Sejak masuk pesantren ini, saya langsung aktif  mengikuti kegiatan ekstra muchadloroh bahasa asing khususnya bahasa Arab,” kata Iqbal, Kamis (3/11).

Dalam menghadapi Pospenas, Iqbal yang sudah lima tahun menjadi santri di Pesantren Asuhan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi ini, mengaku tidak ada persiapan khusus. Tapi persiapan yang sesungguhnya sudah lakukan sejak lima tahun lalu saat memasuki pesantren ini. “Prestasi yang saya raih ini bukan instan. Dan kejuaraan ini bukan satu-satunya tujuan saya,” tandasnya.

Diakui pula, saat mengikuti lomba yang sama tingkat Provinsi Jawa Tengah, pengumuman yang menyatakan dirinya lolos maju tingkat nasional mewakili Jawa Tengah juga sangat mepet. “Saya hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk menyusun naskah dan melakukan latihan serta pendalaman materi, untuk menghadapi peserta lain dari seluruh Indonesia,” katanya yang dalam loba seni pidato nasional menyuguhkan tema Tantangan Santri Menghadapi era Globalisasi. (krjogja.com)
Dengan bertebarnya software terjemahan Al Quran ke bahasa Indonesia sekarang ini, menerjemahkan Al Quran ke bahasa daerah semakin mudah.

Salah satu contoh sofwarenya klik di sini, selain itu terjemahan kitab-kitab hadits juga tersedia online ke bahasa Indonesia klik di sini. Penerjemah massal lihat di sini

Jadi tunggu apalagi?? mari terjemahkan Al Quran ke bahasa daerah.
Ada-ada saja perkembangan yuotube belakangan ini. Ternyata ada yang hobi dengan jurnalisme Arab dan ingin menjadi presenter berbahasa Arab bisa melajar dari youtube dengan contoh di atas ini. Silahkan ikuti
Proyek pertama humpunan ini adalh menerjemahkan Al Quran ke berbagai bahasa daerah. Walau teman-teman lulusan sastra Arab belum termasuk kapable dalam penerjemahan Al Quran yang membutuhkan kemampuan multidisipliner, akan tetapi penerjemahan kasar akan sangat membantu para ahli bahasa daerah dan ahli tafsir untuk memperbaiki dan melengkapinya. Lihat di sini proyeknya.