November 2009
Penggagas Al Quran raksasa, Sofwatillah Mozaib, mengatakan bahwa Al Quran yang terbuat dari kayu tembesu ukuran panjang dua meter dan lebar 1,2 meter akan diresmikan pada 1 Muharam 1431 Hijriah (18 Desember 2009).

"Kami merencanakan peresmian Al Quran raksasa tersebut pada 1 Muharam 1431 Hijriah oleh Menteri Agama RI dan dihadiri Ketua DPR RI," katanya di Palembang, Jumat (13/11) seusai melakukan kunjungan kerja ke pemkot setempat.

Menurut Sofwatillah yang juga anggota DPR-RI utusan Sumsel itu, setelah diresmikan, kitab suci raksasa tersebut akan dipajang di Museum Al Akbar yang segera dipersiapkan pembangunannya.

"Museum Al Akbar tersebut diharapkan dalam waktu dekat bisa terealisasi yang lokasinya berada di daerah strategis di tengah Kota Palembang sehingga memudahkan pengunjung datang melihat koleksi kitab suci berukuran raksasa itu," tambah dia.

Ia mengatakan, Museum Al Akbar tersebut nantinya bukan hanya memajang Al Quran raksasa, melainkan juga menjadi tempat menyimpan Al Quran yang bersejarah, baik dari segi usia, maupun sejarah penggunanya.

"Mudah-mudahan dengan dibangunnya Museum Al Quran tersebut, umat Muslim semakin mudah mengakses pengetahuan mereka dalam upaya mendalami Islam," katanya.

Dia menjelaskan, Al Quran menjadi pegangan wajib bagi umat Islam yang didampingkan dengan Al Hadits sehingga umat Muslim semakin mudah mengakses kitab suci tersebut dan memperkuat kecintaan mereka.

"Al Quran dan Al Hadits menjadi pegangan wajib karena mengandung ajaran-ajaran Islami, baik hubungan antara manusia dan manusia, maupun dengan sang pencipta," ujar dia.

Sofwatillah menambahkan, khusus pembuatan Al Quran raksasa tersebut dilakukan oleh sejumlah ahli ukir bekerja sama dengan ulama yang menguasai secara benar tulisan kitab suci itu.

"Saat ini, Al Quran tersebut masih dipajang di Masjid Agung Palembang untuk dikoreksi ahli dan warga Palembang yang memahami betul karya putra daerah Sumatera Selatan itu," ungkapnya.

Alhamdulillah. Salah satu aksara asli nusantara yaitu Aksara Jawa (hanacaraka) telah diakui dunia sejak 2 Oktober 2009, sehingga aksara Jawa kini dapat dipakai untuk komputer seperti aksara Latin, China, Arab, Jepang, dan sebagainya.

Aksara Jawa sudah diakui UNICODE (lembaga dalam naungan UNESCO yang menangani standar kode aksara pada komputer di dunia). Aksara Jawa ini didaftarkan Ki Demang Sokowaten (Yogyakarta) pada 9 September 2007, dan diakui UNICODE mulai 2 Oktober 2009 atau bersamaan pengakuan UNESCO terhadap Batik. Dengan pengakuan itu, kini kita dapat memasukkan aksara Jawa ke dalam ’font’ komputer kita.

More
He was born in Cordoba, Spain and was an eminent Maliki scholar who specialised in fiqh and hadith. Many Muslims claim that the breadth and depth of his scholarship are evident in his writings. The most famous of them is his twenty-volume Tafsir al Jami' li-ahkam al-Qur'an.